mobile website development software

Masih Belia, Gamaland Berani Bangun Proyek Triliunan Rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lagi satu dekade usianya, Gamaland sudah berani mengakuisisi proyek mangkrak dan membangunnya kembali menjadi properti hunian dengan nilai Rp 3,5 triliun.

Proyek mangkrak tersebut adalah Sentosa Residences garapan Bahama Group. Gamaland mengambilalih proyek di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, tersebut dengan mahar Rp 600 miliar. (Baca: Akuisisi Sentosa Residences, Ganda-Martua Sitorus Gebrak Sektor Properti)

Direktur Gamaland, Dicky Iksan Soetikno menuturkan, keberanian perusahaannya mencaplok proyek-proyek mangkrak, terutama di kawasan timur, utara, dan selatan Jakarta, didasari pertimbangan matang.

Pertama, kata Dicky, kawasan timur Jakarta sedang diburu. Harga lahan dan propertinya masih kompetitif sehingga berpotensi menciptakan pertumbuhan investasi.

"Kedua, orientasi pengembangan infrastruktur juga mengarah ke sana. Hal ini menarik perusahaan-perusahaan multinasional untuk membuka bisnis dan industri di kawasan timur Jakarta," tandas dia kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Ketiga, memenuhi strategi untuk menciptakan keseimbangan bisnis dan investasi. Gamaland, tambah Dicky, tidak mungkin hanya membenamkan duit di satu lokasi dengan kategori triple A macam London, Inggris, dan Australia.

"Gamaland juga harus berinvestasi di lokasi dengan kategori triple B macam Indonesia. Di Jakarta sendiri, kami sudah memiliki aset di lokasi premium CBD Kuningan atau triple A yakni Gama Tower," sebut dia.

Nah, di lokasi triple B, imperium bisnis yang didirikan dua bersaudara Ganda dan Martua Sitorus ini bakal membangun Arandra Residences seluas 2,7 hektar dengan jumlah lebih dari 1.000 unit untuk lima menara.

Tipikal unit yang ditawarkan adalah satu kamar tidur seluas 36 meter persegi, dua kamar tidur seluas 72 meter persegi dan tiga kamar tidur seluas 84 meter persegi. Gamaland mematok harga Arandra Residences mulai dari Rp 25 juta per meter persegi.

Sebelumnya, Gamaland menghabiskan fulus Rp 2 triliun untuk mendirikan Gama Tower, calon bangunan tertinggi di Indonesia. (Baca: Calon Gedung Terjangkung di Indonesia Beroperasi April 2016)

Belanja modal Selain proyek-proyek tersebut di atas, Gamaland juga akan meninjau kembali kerjasamanya dengan PT Ciputra Surya Tbk untuk merevitalisasi aset PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II Tanjung Morawa.

Tak main-main, luas lahan proyek jumbo yang bakal disulap jadi kota satelit ini adalah 8.000 hektar. Estimasi investasi awal untuk kota satelit ini sekitar Rp 300 miliar-Rp 400 miliar.

Kolaborasi dengan tentakel Ciputra Group tersebut tak berhenti sampai PTPN II. Keduanya akan membesut megaproyek seluas 14 hektar di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

"Di sini kami membangun 17 menara apartemen untuk kelas menengah ke bawah," imbuh Dicky.

Direktur Utama PT Ciputra Surya Tbk, Harun Hajadi membenarkan kerjasama strategis ini. Menurut Harun, kerjasama sejatinya sudah dimulai sejak Bizpark Pulo Gadung.

"Pemilik lahan mengajak kami untuk membeli lahan tersebut. Kami tertarik dan konsisten bersama-sama mengembangkannya," ungkap Harun, Selasa (15/12/2015).

Adapun belanja modal yang sudah disiapkan untuk mewujudkan proyek-proyek tersebut di atas senilai Rp 2 triliun. Angka sebesar ini termasuk untuk akuisisi proyek bermasalah.

Ke depan, kata Dicky, Gamaland menargetkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun. Tahun ini, mengingat perekonomian sedang lesu, realisasi pendapatan hanya Rp 300 miliar dari target Rp 800 miliar.

sumber: kompas.com.