top responsive web builder software

Aviva Tower - Demi Pencakar Langit Baru, Aset Martua Sitorus di London Dihancurkan

KOMPAS.com - Martua Sitorus dikenal sebagai orang tajir dengan aset properti tersebar di kota-kota besar dunia. Salah satu aset peranakan Indonesia-Tiongkok ini adalah The Aviva Tower di London, Inggris.

Namun, tak lama lagi, gedung jangkung tersebut akan dihancurkan dan diganti dengan The Pinnacle. Rencana untuk membangun pencakar langit tertinggi di London, Inggris, yang akan menyaingi The Shard, telah disetujui oleh Dewan Kota London.

The Aviva Tower yang juga dikenal sebagai Helen's akan diruntuhkan untuk memberi ruang bagi pencakar langit yang dirancang sebagai menara perkantoran tersebut. Pengembang akan membangun gedung setinggi 304 meter, sedikit lebih rendah dari bangunan The Shard di selatan Sungai Thames yang menjulang 309 meter.

The Pinnacle menempati lahan yang dimiliki tokoh terkemuka Singapura Kuok Hong Khoon. Ia juga populer sebagai pendiri dan pimpinan perusahaan minyak kelapa sawit terbesar di dunia, Wilmar International. Kuok bersama Martua adalah pemilik bangunan Aviva beserta lahannya bersama dengan dewan pengurus Wilmar lainnya.

Arsiteknya, Eric Parry, ditunjuk untuk memimpin proyek tersebut. Parry baru saja menyelesaikan proyek bangunan kantor Green Properties St James's Square yang memiliki rekor penyewaan dengan harga tertinggi di daerah tersebut.

Seorang ahli properti mengatakan bahwa rencana tersebut akan menebarkan kontroversi terhadap pencakar langit yang sudah ada di lingkungan ini. Gedung ini juga sulit disetujui dengan rencana awal, mengingat Gedung 22 Bishopsgate juga awalnya direncanakan setinggi 307 meter, namun akhirnya diturunkan menjadi 288 meter. Hal ini berdasarkan kekhawatiran Civil Aviation Authority kan keselamatan operasi0nal penerbangan.

"Eric Parry adalah arsitek yang sangat peduli, tetapi rencananya bisa saja berubah. Sejak Walkie Talkie melelehkan sebuah mobil dengan merefleksikan sinar matahari, bangunan tinggi akan menjadi kontroversial lagi," kata sebuah sumber.

Penulis : Arimbi Ramadhiani
Editor : Hilda B Alexander
Sumber : The Telegraph
sumber: kompas.com